Kamis, 05 Februari 2015

Artikel


PROBLEMATIKA DI BALIK HARI PENDIDIKAN 


            2 Mei, dimana tanggal 2 mei di sibut hari pendidikan nasional sejarahnya hari itu adalah hari kelahiran pahlawan kita Ki Hajar Dewantara beliaulah yang dianggap sebagai pahlawan yang memajukan pendidikan di Indonesia, berkat jasa beliau Perguruan Taman Siswa berdiri pada zamanya, dengan karya-karya tulisanya dan jasa-jasanya di bidang pendidikan pula beliau di beri pengahargaan hingga beliau meninggal pemerintahpun menetapkan tanggal 2 Mei sebagai hari Pendidikan Nasional sejak tahun 1959, sampai saat ini bangsa kita masih terus menghargai hari pendidikan nasional terutama bagi kalangan siswa dan guru, tetapi kita lihat tak semuanya kalangan mengingat hari itu, hari pendidikan pun sebagai hari yang biasa padahal kemajuan suatu bangsa di tentukan oleh mutu pendidikan di suatu bangsa, anak bangsa lah yang menjadi calon untuk memimpin bangsa sejak dini mendidik dengan menanamkan nilai akhlak dan moral yang baik harus di ajarkan
            Tetapi kita lihat sekarang begitu banyak anak bangsa yang seharusnya mendapatkan pendidikan akhlak dan moral yang baik di hancurkan oleh para manusia yang tak punya moral, begitu banyak kasus kekerasan asusila di timpa oleh anak di bawah umur banhkan kasus itu ada yang terjadi di tempat ia sedang mengeyam ilmu pendidikan, tak hanya itu problematika-problrmatika pendidikan di Indonesia juga masih terlihat banyak terjadinya kecenderungan akhlak dan moral yang menyebabkan lunturnya tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial seperti yang sering kita lihat tawuran pelajar dan kenakalan-kenakalan remaja lainya masih sering kita temui,  dalam hal ini pendidik juga harus memperhatikan dan terus mengajarkan pendidikan agama budi pekerti yang luhur perlu di berikan sejak dini. 
            Kita perhatikan secara luas tak hanya masalah moral dan akhlak masalah erat kaitanya dengan Negara kita masih banyak kendala seperti keadaan geografis, demografis dan ekonomi seperti keadaan geografis masih banyak anak bangsa yang tinggal di pelosok negeri yang sulit mendapatkan akses pendidikan, dari perekonomian pun kemiskinan di Negara kita masih sangat terlihat, rendahnya mutu kinerja sistem pendidikan tidak hanya di sebabkan adanya kelemahan manajemen pada tingkat maikro lembaga pendidikan  tetapi karena juga menejemen pendidikan pada tingkat makro seperti rendahnya efisiensi dan efektivitas pengolahan sistem pendidikan, system pendidikan pula menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial budaya dan masyarakat
            Masalah pemerataan pendidikan, mutu pendidikan dan efisiensi pendidikan mungkin masalah pendidikan di Negara yang kita alami, dalam melaksanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa dan kebudayaan Pendidikan nasional di harapkan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk memperoleh pendidikan, dengan melihat tujuan yang terkandung di dalam upaya pemerataan pendidikan tersebut yaitu menyiapkan masyarakat untuk dapat berpatisipasi dalam pembangunan, maka setelah upaya pemerataan pendidikan terpenuhi, mulai diperhatikan juga upaya pemerataan mutu pendidikan,
            Kita lihat di hari pendidikan partisipasi akan hari pendidikan bagi seluruh warga Indonesia masih ada yang menganggap bahwa hari itu hari biasa mungkin hal itu bisa di lihat dari problematika di bidang Pendidikan kita yang masih belum merata walaupun pemerintah sudah mengoptimalkan system pendidikan yang bermutu dan merata. 

Aris Ginanjar


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com

0 komentar:

Posting Komentar