PROBLEMATIKA DI BALIK HARI
PENDIDIKAN
2 Mei, dimana tanggal 2 mei di sibut
hari pendidikan nasional sejarahnya hari itu adalah hari kelahiran pahlawan
kita Ki Hajar Dewantara beliaulah
yang dianggap sebagai pahlawan yang memajukan pendidikan di Indonesia, berkat
jasa beliau Perguruan Taman Siswa berdiri pada zamanya, dengan karya-karya
tulisanya dan jasa-jasanya di bidang pendidikan pula beliau di beri
pengahargaan hingga beliau meninggal pemerintahpun menetapkan tanggal 2 Mei
sebagai hari Pendidikan Nasional sejak tahun 1959, sampai saat ini bangsa kita masih
terus menghargai hari pendidikan nasional terutama bagi kalangan siswa dan
guru, tetapi kita lihat tak semuanya kalangan mengingat hari itu, hari
pendidikan pun sebagai hari yang biasa padahal kemajuan suatu bangsa di
tentukan oleh mutu pendidikan di suatu bangsa, anak bangsa lah yang menjadi
calon untuk memimpin bangsa sejak dini mendidik dengan menanamkan nilai akhlak
dan moral yang baik harus di ajarkan
Tetapi kita lihat sekarang begitu
banyak anak bangsa yang seharusnya mendapatkan pendidikan akhlak dan moral yang
baik di hancurkan oleh para manusia yang tak punya moral, begitu banyak kasus
kekerasan asusila di timpa oleh anak di bawah umur banhkan kasus itu ada yang
terjadi di tempat ia sedang mengeyam ilmu pendidikan, tak hanya itu problematika-problrmatika
pendidikan di Indonesia juga masih terlihat banyak terjadinya kecenderungan
akhlak dan moral yang menyebabkan lunturnya tanggung jawab dan kesetiakawanan
sosial seperti yang sering kita lihat tawuran pelajar dan kenakalan-kenakalan
remaja lainya masih sering kita temui,
dalam hal ini pendidik juga harus memperhatikan dan terus mengajarkan
pendidikan agama budi pekerti yang luhur perlu di berikan sejak dini.
Kita perhatikan secara luas tak
hanya masalah moral dan akhlak masalah erat kaitanya dengan Negara kita masih
banyak kendala seperti keadaan geografis, demografis dan ekonomi seperti
keadaan geografis masih banyak anak bangsa yang tinggal di pelosok negeri yang
sulit mendapatkan akses pendidikan, dari perekonomian pun kemiskinan di Negara
kita masih sangat terlihat, rendahnya mutu kinerja sistem pendidikan tidak
hanya di sebabkan adanya kelemahan manajemen pada tingkat maikro lembaga
pendidikan tetapi karena juga menejemen pendidikan
pada tingkat makro seperti rendahnya efisiensi dan efektivitas pengolahan
sistem pendidikan, system pendidikan pula menjadi bagian tak terpisahkan dari
kehidupan sosial budaya dan masyarakat
Masalah pemerataan pendidikan, mutu
pendidikan dan efisiensi pendidikan mungkin masalah pendidikan di Negara yang
kita alami, dalam melaksanakan fungsinya sebagai wahana untuk memajukan bangsa
dan kebudayaan Pendidikan nasional di harapkan dapat menyediakan kesempatan
yang seluas-luasnya bagi seluruh warga Negara Indonesia untuk memperoleh
pendidikan, dengan melihat tujuan yang terkandung di dalam upaya
pemerataan pendidikan tersebut yaitu menyiapkan masyarakat untuk dapat
berpatisipasi dalam pembangunan, maka setelah upaya pemerataan pendidikan
terpenuhi, mulai diperhatikan juga upaya pemerataan mutu pendidikan,
Kita
lihat di hari pendidikan partisipasi akan hari pendidikan bagi seluruh warga
Indonesia masih ada yang menganggap bahwa hari itu hari biasa mungkin hal itu
bisa di lihat dari problematika di bidang Pendidikan kita yang masih belum
merata walaupun pemerintah sudah mengoptimalkan system pendidikan yang bermutu
dan merata.
Aris Ginanjar






0 komentar:
Posting Komentar